Memulihkan Tahun-Tahun yang Hilang: Perspektif Psikologi Pertobatan
“Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang...” – Yoel 2:25 Rabu Abu menandai awal perjalanan batin kita mengenai sebuah undangan untuk mengakui dengan jujur bahwa kita ini debu dan akan kembali kepada debu. Lebih dari itu, ini juga tentang berani menghadapi "tahun-tahun yang hilang" yakni semua waktu yang terenggut oleh luka batin , penyesalan, depresi, kecanduan, atau pola-pola destruktif yang seperti belalang, melahap habis sukacita, energi, dan relasi-relasi yang kita miliki. Dalam psikologi, kita memahami bahwa waktu yang hilang tidak pernah benar-benar kosong namun ia meninggalkan luka emosional yang mengendap, rasa malu yang kronis, dan narasi diri yang hancur, yang terus berbisik "aku gagal selamanya." Namun justru di sinilah pertobatan sejati , seperti yang digambarkan dalam kitab Yoel, menjadi sangat mirip dengan proses terapeutik yang paling dalam: ia mengundang kita untuk mengakui luka, meratapi kehilangan, dan ...