Posts

Kupas Tuntas Problematika Pernikahan, 250 Umat Padati Seminar Evangelisasi MBA KAMS

Image
MAKASSAR – Sebanyak 250 umat Katolik memadati Aula Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar pada Minggu (12/7/2026) kemarin. Kehadiran ratusan peserta ini guna mengikuti Seminar Evangelisasi bertajuk "Pernikahan dan Problematikanya: Ditinjau dari Sudut Pandang Biblis, Hukum Gereja, Pastoral, dan Psikologi Keluarga". Seminar interaktif ini diinisiasi oleh Komunitas Mari Baca Alkitab (MBA) Kerasulan Kitab Suci Komisi Evangelisasi KAMS bekerja sama dengan Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar. Acara ini secara resmi didaulat sebagai kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Santo Fransiskus Assisi Hertasning. Resmi Dibuka oleh Pastor Paroki Acara dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki St. Fransiskus Assisi Makassar, Pastor Leo Paliling., Pr. Dalam sambutan pembukanya, Pastor Leo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya antusiasme umat. Beliau menekankan pentingnya pembekalan yang utuh bagi pasutri maupun calon pasutri...

Alis, Ambisi, dan Alter Ego: Membaca Narsisme dari Wajah hingga Talenta

Image
Ada dua cara untuk mengenali orang narsistik. Sebagai behavioral analyst, yang pertama sudah dibuktikan sains yakni lewat wajahnya, khususnya alis. Yang kedua jarang dibahas: lewat pola talenta yang mereka pakai secara berlebihan tanpa sadar. Artikel ini menggabungkan keduanya yakni dari studi psikologi wajah hingga kerangka TalentDNA untuk memberi gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana narsisme sebenarnya "bocor" ke permukaan, baik lewat penampilan maupun lewat cara seseorang bergerak, berelasi, dan berpikir.  Secara psikologis, istilah "bocor" sering kali diasosiasikan dengan kebocoran energi mental dan emosional (emotional leakage) atau kurangnya kontrol impuls (kebocoran perilaku). Kondisi ini merujuk pada terkurasnya tenaga dan kestabilan jiwa akibat hal-hal yang tidak disadari, yang membuat seseorang mudah lelah, stres, dan kehilangan fokus.   Bagian 1: Apa yang Terlihat di Wajah Penelitian dari Miranda Giacomin dan Nicholas O. Rule di University of Toront...

Tak Perlu Pura-Pura Kuat: Sebuah Catatan Konseling Pra Nikah di Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus

Image
Sebagai bagian dari komisi keluarga di bidang yang berfokus pada keluarga katolik , saya sering mendampingi pasangan yang sedang bersiap memasuki kehidupan pernikahan. Dalam sesi konseling, tidak jarang saya menemukan calon pengantin yang datang dengan perasaan campur aduk antara kebahagiaan dan kecemasan akan masa depan. Mereka sering bertanya,"Apakah kami sanggup menghadapi semua beban hidup berumah tangga nanti?" Pernikahan memang bukan sekedar pesta meriah, tetapi sebuah perjalanan iman yang penuh suka dan duka. Ada banyak beban yang mungkin akan dihadapi: masalah keuangan, perbedaan karakter, konflik dengan keluarga besar, hingga tantangan membesarkan anak. Namun, sebagai seorang yang mendampingi calon pasutri, saya ingin mengajak mereka untuk memandang semua beban ini dari perspektif iman yang lebih dalam terutama melalui peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga . Yesus Naik, Bukan untuk Meninggalkan, Melainkan untuk Mendekap. Dalam sebuah artikel renungan yang saya ba...

Ketika "Aku" Menjadi Pusat Segalanya

Image
Musuh-Musuh Hati Musuh Hati yang Ketiga: Ketamakan Di sebuah pertemuan keluarga besar, selalu ada satu orang yang paling keras suaranya. Ia yang pertama mengambil makanan. Ia yang paling banyak bicara. Ia yang memastikan keputusan keluarga berjalan sesuai keinginannya dan kalau tidak, ia akan diam dengan cara yang membuat semua orang tidak nyaman. Tidak ada yang berani menegurnya. Bukan karena ia selalu benar. Tapi karena ia memegang sesuatu yang semua orang butuhkan dan ia tahu cara menggunakannya. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia sakit dan membutuhkan orang di sisinya, ruangan itu sepi. Kita sudah membicarakan dua musuh hati sebelumnya. Rasa bersalah berbisik: "Aku berhutang padamu." Kemarahan berteriak: "Kamu berhutang padaku." Kini kita berhadapan dengan musuh ketiga yang lebih halus namun dampaknya bisa sama destruktifnya. Musuh yang ketiga adalah ketamakan . Dan kata kuncinya berbeda dari dua yang pertama: "Aku berhutang kepada diriku sendiri. Maka aku ...

Ketika Kemarahan Menjadi Racun

Image
Musuh-Musuh Hati Musuh Hati yang Kedua: Anger Seorang pria bercerita bahwa ia sudah tidak bicara dengan kakaknya selama tiga tahun. Bukan karena tidak ada kesempatan. Bukan karena jauh. Mereka bahkan tinggal di kota yang sama. "Dia tidak pernah minta maaf," katanya. "Dan sampai dia minta maaf, aku tidak akan duluan." Tiga tahun. Ia menunggu. Sementara itu, hidupnya yakni hubungannya dengan keluarga, ketenangannya, bahkan kesehatannya perlahan terkikis. Yang menghukum ternyata bukan kakaknya. Ia menghukum dirinya sendiri. Di bagian pertama seri ini, kita bicara tentang rasa bersalah dan kata kuncinya: "Aku berhutang padamu." Hari ini kita masuk ke musuh hati yang kedua, yang sama berbahayanya namun bekerja dari arah yang berlawanan. Musuh yang kedua adalah kemarahan dan kata kuncinya adalah kebalikannya: "Kamu berhutang padaku." Mengapa Kita Marah? Andy Stanley dalam Enemies of the Heart menjelaskan bahwa kemarahan lahir ketika kita tidak menda...

Ketika Rasa Bersalah Menjadi Penjara

Image
Musuh-Musuh Hati Musuh Hati yang Pertama: Guilt Seorang ibu datang menemui seorang konselor pastoral . Ia tidak menangis. Wajahnya tampak tenang, terlalu tenang. Tapi ketika ditanya, "Apa yang kamu rasakan di rumah?" ia menjawab pelan: "Saya tidak pernah bisa bilang tidak. Kalau saya bilang tidak, saya langsung merasa jahat. Jadi saya terus bilang iya meskipun saya sudah habis." Ia tidak dijajah oleh orang lain. Ia dijajah oleh dirinya sendiri oleh rasa bersalah yang telah lama bersarang di dalam hatinya. Kita mulai seri percakapan tentang musuh-musuh hati dan musuh yang pertama, yang paling diam-diam namun paling melelahkan, adalah rasa bersalah. Andy Stanley , dalam bukunya Enemies of the Heart , mengidentifikasi rasa bersalah sebagai salah satu dari empat musuh utama yang merusak hati dari dalam. Bukan musuh yang datang dari luar. Bukan orang lain yang menyerang. Melainkan sesuatu yang kita hidupi dan tanpa sadar, kita biarkan menguasai setiap keputusan kita. Ka...

BAPTISAN

Image
— Dicelupkan ke dalam Kematian untuk Bangkit ke dalam Hidup Baru — "Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus , telah dibaptis dalam kematian-Nya?" Roma 6:3 ✦ ✦ ✦ Sebuah Cerita: Air yang Mengubah Segalanya Pada suatu pagi di bulan April yang lembap, seorang pria bernama Reno berdiri di depan kolam baptis gereja dengan seluruh tubuhnya gemetar. Bukan karena dingin meski air itu memang tidak hangat melainkan karena ia tahu bahwa apa yang akan terjadi beberapa detik lagi bukan sekadar ritual. Sembilan bulan sebelumnya, ia adalah orang yang paling jauh dari gereja: hidupnya penuh kekerasan, pernikahan pertamanya hancur karena pengkhianatan yang ia sendiri lakukan, dan ia menghabiskan banyak malam dalam keputusasaan yang dalam. Lalu ia bertemu Kristus. Bukan dalam cara yang dramatis, tidak ada kilat atau suara dari langit hanya dalam keheningan sebuah doa di kamar sempit, di mana ia akhirnya berkata, "Tuhan, aku tidak tahu apakah Engkau ada, tapi...