Kedalaman di Balik Angka Empat Puluh: Sebuah Perjalanan Menuju Otentisitas Diri
“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. - Matius 6:1 Dalam psikologi, kita mengenal istilah liminal space yaitu sebuah ruang transisi di mana kita tidak lagi berada di masa lalu, namun belum sampai di masa depan. Di dalam Alkitab , ruang ini sering kali dipersonifikasikan melalui angka 40 . Angka ini bukan sekadar durasi kronologis, melainkan sebuah simbol kematangan, proses pembersihan, dan ujian integritas diri. Mengapa harus 40 hari? Jika kita menilik sejarah, Nuh melewati air bah selama 40 hari, bangsa Israel mengembara 40 tahun, dan Yesus berpuasa 40 hari di padang gurun. Secara psikologis, masa-masa ini adalah periode dekonstruksi perjumpaan pribadi. Untuk membangun sesuatu yang baru, ego manusia sering kali harus "diruntuhkan" terlebih dahulu melalui kesunyian dan keterbatasan. Di padang gurun, tidak ada tepuk tangan, tidak ada status sosial...