Posts

KARUNIA: Setiap Orang Dikaruniai, Tidak Ada yang Dikecualikan

Image
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." - 1 Petrus 4:10 Paroki yang Hidup dari Ketidaksempurnaan Dikisahkan tentang sebuah paroki kecil di pinggiran kota yang baru saja mendapat pastor kepala baru. Pastor muda itu tiba tepat di saat yang tidak ideal yaitu tentang istrinya ah, bukan, ia seorang imam dan ia tiba tepat di saat dua orang staf paroki mengundurkan diri karena pindah kota, dan satu orang lagi sedang dirawat di rumah sakit. Jadilah pastor muda itu satu-satunya yang mengurus segalanya: Misa harian, kunjungan orang sakit, persiapan katekese, koordinasi kelompok koor, hingga urusan administrasi gedung. Umat yang melihat kesibukannya tergerak dengan sendirinya. Tidak ada surat edaran. Tidak ada pengumuman resmi. Mereka hanya mulai datang dan mulai mengerjakan apa yang mereka bisa. Seorang guru pensiun mulai mengajar katekese anak-anak. Seorang pengacara muda merap...

DAGING: Medan Perang yang Menjadi Bait Allah

Image
"Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging." - Galatia 5:17 Sebuah Pegulat yang Tidak Pernah Berhenti Bertanding Ada seorang biarawan tua di sebuah biara pegunungan yang setiap pagi bangun pukul empat untuk ibadat Laudes (ibadat pagi). Suatu hari, seorang novis muda bertanya kepadanya: "Romo, sudah berapa puluh tahun Romo menjalani hidup ini. Apakah pada akhirnya tubuh menjadi lebih mudah diajak taat?" Biarawan itu tersenyum, lalu menjawab pelan: "Anakku, tubuh ini seperti seekor kuda yang kuat. Selama puluhan tahun aku sudah belajar bagaimana menungganginya. Ia tidak lagi bisa menjatuhkan aku tetapi ia belum pernah berhenti mencoba." Sang novis diam sejenak. "Lalu apa yang membuat Romo terus bertahan?" Biarawan itu menjawab: "Bukan kekuatanku sendiri. Melainkan karena aku tahu bahwa kuda ini dengan segala kekuatannya yang belum pernah berhenti mencoba diciptakan oleh Allah ya...

BERPESTA: Perjamuan dan Pesta yang Tidak Pernah Berakhir

Image
"Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi , yaitu kemurnian dan kebenaran." -1 Korintus 5:8 Sepiring Nasi di Meja yang Panjang Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang imam tua kepada para fraternya di Jawa. Suatu ketika, seorang pria bermimpi tentang surga dan neraka . Dalam mimpi itu, ia pertama-tama dibawa ke sebuah ruangan besar yang penuh sesak dengan orang-orang yang tampak tersiksa. Di tengah ruangan itu terdapat meja panjang yang dipenuhi dengan makanan yang berlimpah-limpah ada nasi, kerupuk, lauk-pauk, kue-kue, dan buah-buahan yang menggoda selera. Tapi semua orang di sana kelaparan dan menderita. Mengapa? Karena sendok yang mereka pegang terlalu panjang, lebih panjang dari lengan mereka sendiri, sehingga tidak ada satu pun yang bisa memasukkan makanan ke mulut mereka sendiri. Kemudian ia dibawa ke ruangan kedua. Susunannya persis sama: meja panjang, maka...

PENITENSI: Bukan Membayar Dosa, Melainkan Membuktikan Cinta

Image
"Bagilah makananmu dengan orang yang lapar, terimalah orang-orang gelandangan di rumahmu. Berilah pakaian kepada orang telanjang, dan jangan menolak saudaramu yang perlu ditolong." - Yesaya 58:7 Ada sebuah kesalahpahaman yang sudah terlalu lama beredar bahkan di antara umat Katolik sekalipun. Kesalahpahaman itu berbunyi kira-kira begini, "Kalau aku sudah berdosa, aku harus melakukan sesuatu yang baik untuk mengimbanginya. Seperti memberi donasi, atau berpuasa lebih ketat, atau menjadi sukarelawan supaya skor-ku di hadapan Allah kembali seimbang." Itulah yang aku dengar dari seorang pastor sebagai pemahaman yang keliru tentang penitensi . Dan Martin Luther dalam salah satu hal yang justru disepakati bersama oleh Gereja Katolik pada intinya meluruskan dengan tepat: "Perbuatan baik tidak menghapuskan dosa, tetapi penghapusan dosa yang menghasilkan perbuatan baik." Urutan ini penting sekali. Dan Masa Prapaskah adalah waktu yang paling tepat untuk memahami p...

Temukan Jati Dirimu dan Arah Hidup yang Sejati. #Gratis #TalentDNA #Potensi

Image
Masa Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Ini adalah momen untuk berefleksi, mengenali diri lebih dalam, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi kamu yang sedang berada di usia 20-an , mungkin pertanyaan ini sering muncul: "Sebenarnya, apa sih potensi dan kekuatan terpendam dalam diriku?" "Kenapa hidup rasanya membingungkan dan tidak tahu harus melangkah ke mana?" Jangan biarkan kebingungan ini menghambat langkahmu. Gunakan masa retret agung ini untuk menemukan jawaban atas tujuan hidupmu . Kenali Dirimu di Masa Pertobatan Memahami diri sendiri adalah langkah awal untuk bertumbuh. Melalui TalentDNA, kamu diajak untuk membedah pola pikir alami yang diberikan Tuhan kepadamu. Dengan mengikuti tes ini, kamu bisa: Mengenali Pola Perilaku dan Pikir Alami : Pahami bagaimana kamu bereaksi terhadap situasi dan orang lain. Memahami Kekuatan dan Kelemahan : Bukan untuk menghakimi diri, tapi untuk mengasah k...

Masih Bingung Arah Hidup? Saatnya Temukan Kompas Dirimu di Bulan Ramadhan Ini!

Image
Pernah nggak sih kamu duduk melamun, melihat teman-teman di media sosial yang sepertinya sudah "jadi orang," sementara kamu sendiri masih merasa jalan di tempat? Selamat datang di usia 20-an, fase yang sering disebut sebagai Quarter-Life Crisis. Di usia ini, tekanan terasa begitu nyata. Lulus kuliah mau kerja apa? Jurusan kuliah kemarin beneran passion aku nggak sih? Kenapa rasanya susah banget konsisten ngerjain sesuatu? Pertanyaan paling mendasar yang sering muncul adalah: "Sebenarnya, apa sih potensi dan kekuatan terbesar dalam diriku?" Wajar banget kalau kamu merasa bingung mau membawa hidup ke mana jika kamu belum benar-benar mengenal siapa dirimu yang sebenarnya. Ibarat nakhoda kapal tanpa kompas, kamu cuma berputar-putar di tengah laut. Berhenti Sejenak, Mulai Pahami Dirimu Terus-menerus cemas tidak akan menyelesaikan masalah. Solusinya bukan berlari lebih kencang tanpa tujuan, tapi berhenti sejenak untuk melakukan refleksi diri. Kabar baiknya, memahami diri ...

MENGAKU : Keberanian Paling Dalam yang Pernah Ada

Image
"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!" - Yakobus 4:8 Ada sebuah cerita tentang seorang anak kecil yang pergi ke gereja untuk menerima sakramen pengakuan dosa . Di perjalanan, ia berusaha menghafalkan doa penyesalan yang sering diajarkan kepadanya doa yang sepatutnya diawali dengan kata-kata: "Ya Allah, dengan sepenuh hati, aku menyesali dosa-dosaku." Tapi karena gagal paham, ia kesulitan mengingat satu kata yang penting. Doanya pun lama-lama berubah menjadi: "Ya Allah, dengan setengah hati, aku menyesali dosa-dosaku." Cerita yang lucu tapi mungkin tidak jauh dari kenyataan banyak dari kita. Doa pengakuan dosa terkadang hanya menjadi sebuah hafalan, sehingga bisa jadi kita melakukannya dengan setengah hati daripada sepenuh hati. Masa Prapaskah hadir untuk mengundang kita pada sesuatu yang berbeda mengaku dengan sepenuh hati, dengan juju...