Posts

Masih Bingung Arah Hidup? Saatnya Temukan Kompas Dirimu di Bulan Ramadhan Ini!

Image
Pernah nggak sih kamu duduk melamun, melihat teman-teman di media sosial yang sepertinya sudah "jadi orang," sementara kamu sendiri masih merasa jalan di tempat? Selamat datang di usia 20-an, fase yang sering disebut sebagai Quarter-Life Crisis. Di usia ini, tekanan terasa begitu nyata. Lulus kuliah mau kerja apa? Jurusan kuliah kemarin beneran passion aku nggak sih? Kenapa rasanya susah banget konsisten ngerjain sesuatu? Pertanyaan paling mendasar yang sering muncul adalah: "Sebenarnya, apa sih potensi dan kekuatan terbesar dalam diriku?" Wajar banget kalau kamu merasa bingung mau membawa hidup ke mana jika kamu belum benar-benar mengenal siapa dirimu yang sebenarnya. Ibarat nakhoda kapal tanpa kompas, kamu cuma berputar-putar di tengah laut. Berhenti Sejenak, Mulai Pahami Dirimu Terus-menerus cemas tidak akan menyelesaikan masalah. Solusinya bukan berlari lebih kencang tanpa tujuan, tapi berhenti sejenak untuk melakukan refleksi diri. Kabar baiknya, memahami diri ...

MENGAKU : Keberanian Paling Dalam yang Pernah Ada

Image
"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!" - Yakobus 4:8 Ada sebuah cerita tentang seorang anak kecil yang pergi ke gereja untuk menerima sakramen pengakuan dosa . Di perjalanan, ia berusaha menghafalkan doa penyesalan yang sering diajarkan kepadanya doa yang sepatutnya diawali dengan kata-kata: "Ya Allah, dengan sepenuh hati, aku menyesali dosa-dosaku." Tapi karena gagal paham, ia kesulitan mengingat satu kata yang penting. Doanya pun lama-lama berubah menjadi: "Ya Allah, dengan setengah hati, aku menyesali dosa-dosaku." Cerita yang lucu tapi mungkin tidak jauh dari kenyataan banyak dari kita. Doa pengakuan dosa terkadang hanya menjadi sebuah hafalan, sehingga bisa jadi kita melakukannya dengan setengah hati daripada sepenuh hati. Masa Prapaskah hadir untuk mengundang kita pada sesuatu yang berbeda mengaku dengan sepenuh hati, dengan juju...

TAHIR

Image
"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." -Matius 8:2 Ada sebuah pepatah yang sangat terkenal dalam budaya Barat: "Cleanliness is next to godliness"  kebersihan sangat dekat dengan kesalehan. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal ungkapan serupa: "Kebersihan adalah sebagian dari iman." Namun Alkitab, ketika berbicara tentang kebersihan dengan menggunakan istilah ketahiran ,  menyampaikan sesuatu yang jauh lebih dalam dan jauh lebih menantang dari sekadar menjaga penampilan yang bersih dan rapi. Ketahiran dalam pengertian Alkitab bukan soal tubuh yang mandi setiap hari atau pakaian yang selalu tersetrika. Ia menyentuh wilayah yang jauh lebih dalam yakni hati, jiwa, dan hubungan kita dengan Allah yang hidup. Dan Masa Prapaskah adalah waktu yang paling tepat untuk duduk dengan pertanyaan yang tidak nyaman ini: Apakah aku sungguh-sungguh tahir di hadapan Allah? Tahir dalam Perjanjian Lama: Lebih dari Sekadar Kebersihan Dalam kitab-kitab awal Alkitab...

DOSA : Berani Melihat ke Dalam dan Pulang kepada Allah

Image
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." - 2 Korintus 5:21 Ada sebuah definisi dosa yang sering kita pakai tanpa sadar dan Yesus pernah menegur orang-orang yang menggunakannya: "Dosa adalah apa yang orang lain lakukan." Para pemimpin agama di zaman Yesus ahli dalam definisi ini. Mereka mencap sebagian lapisan masyarakat sebagai "orang berdosa" dan mengecam Yesus karena berteman dengan orang-orang itu (Lukas 5:30; 7:34). Di sisi lain, dosa kesombongan, ketamakan, dan penyesatan rohani mereka sendiri begitu kentara hingga Yesus perlu mendedikasikan seluruh pasal Matius 23 untuk mengungkapnya. Masa Prapaskah hadir untuk mengoreksi definisi itu. Dosa adalah apa yang kita  lakukan.  Prapaskah bukanlah masa untuk memandang sekitar dan menuding orang lain. Inilah waktu untuk melihat ke dalam dan menyadari bagaimana kita telah melukai sesama, diri sendiri, dan Allah. Dosa adalah Kuasa ...

PENCOBAAN

Image
"Sebab Imam Besar yang kita punya... sama seperti kita, Ia telah dicobai dalam segala hal, hanya saja Ia tidak berbuat dosa."- Ibrani 4:15 Tidak ada orang Kristen yang kebal dari pencobaan. Tidak ada orang beriman yang tiba-tiba bebas dari godaan hanya karena ia rajin ke gereja, rutin berdoa, atau sedang menjalani Masa Prapaskah . Justru sebaliknya, N. T. Wright , teolog terkemuka, berpendapat bahwa "siapa saja yang memutuskan untuk menapaki awal yang baru dan melangkah bersama Yesus ke tempat yang tidak diketahuinya, hampir pasti mengalami bahwa tingkat ujian iman yang dihadapinya akan meningkat tajam." Artinya: semakin kita sungguh-sungguh berjalan bersama Yesus, semakin kita akan merasakan beratnya pencobaan. Ini bukan kabar buruk. Ini kabar yang perlu kita pahami dengan benar agar kita tidak kaget, tidak menyerah, dan tidak berjalan sendirian. Satu Kata, Tiga Makna Ketika para penerjemah Alkitab menemukan kata Yunani untuk "pencobaan" - peirasmos , ata...

MEMBERI

Image
"Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma." - Matius 10:8 Masa Prapaskah 2026 datang dengan sebuah seruan yang sangat kontekstual dan mendesak dari Keuskupan Agung Makassar : "Semangat Laudato Si' dan Transformasi Hidup Mengatasi Krisis Sosial."  Tema ini bukan sekadar slogan rohani yang indah didengar. Ia adalah respons yang jujur terhadap realitas yang menyakitkan seperti bencana alam, krisis sosial, kemiskinan struktural, dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata dirasakan oleh saudara-saudari kita. Dan di tengah semua itu, Masa Prapaskah mengundang kita pada sebuah kata yang sederhana namun revolusioner yaitu  Memberi . Tiga Pilar, Satu yang Terlupakan... Masa Retret Agung berpusat pada aktivitas praktik Kristiani: berpuasa dan berpantang , berdoa (doa, ekaristi, sakramen tobat, jalan salib, introspeksi diri), dan berderma atau berbagi (melakukan aksi kasih nyata kepada sesama yang membutuhkan). Dari ketiga ...

Come and See : Sebuah Refleksi atas Serial The Chosen

Image
Bayangkan sebuah serial televisi yang awalnya tidak dilirik oleh satu pun studio besar Hollywood. Didanai oleh para penonton biasa melalui penggalangan dana daring, disutradarai oleh seorang pembuat film evangelis, diperankan oleh aktor-aktor yang sebagian besar belum dikenal luas dan kini telah ditonton oleh lebih dari 280 juta orang  di seluruh dunia. Sepertiga dari mereka bukan orang beragama. Itulah The Chosen . Dan fenomenanya jauh melampaui sekadar urusan hiburan. Sebuah Serial yang Tidak Bisa Berhenti Ditonton Romo Agustinus Handoko MSC , pastor komunitas Katolik Indonesia di Sydney, pernah menulis dengan jujur tentang pengalamannya pertama kali menonton The Chosen : "Saya seperti terhipnotis ketika menonton film ini, tidak mau berhenti menonton dan kepingin terus melanjutkan ke seri berikutnya. Iman saya betul-betul diteguhkan. Belum pernah saya mengalami pengalaman seperti ini, termasuk ketika saya menonton film The Passion pun saya tidak seheboh ketika menonton The Chose...