MERATAP
Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi, Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekhawatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? - Mazmur 13:2-3 Meratap adalah seni yang telah lama hilang. Kitab-kitab Mazmur dan para nabi sering kita temukan ratapan-ratapan yang sangat indah. Mazmur 13:2-3 adalah contoh klasik dari ratapan pribadi. Daud memulai dengan empat kali pertanyaan "Berapa lama lagi?" secara berturut-turut untuk menunjukkan kedalaman penderitaannya. Jika kita lihat dari kata ratapan dalam bahasa Ibrani untuk nyanyian atau lantunan, jadi di dalam Kitab Suci, ratapan umat merupakan nyanyian kesedihan atau dukacita. Seni itu telah lama hilang karena sering kali kita lebih suka melihat sisi yang terang saja. Lebih dari satu abad yang lalu, pengajaran tentang " hidup yang berkemenangan " menjadi marak di gereja-gereja. Jujur saja...