Posts

BERPUASA

Image
"Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engka membuka belenggu-belenggu kelaliman , dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian - Yesaya 58:6-7 Pada tahun 1947, saat India baru saja meraih kemerdekaannya, sebuah tragedi besar terjadi. Kerusuhan saudara pecah antara kelompok Hindu dan Muslim di Calcutta (sekarang Kolkata). Kota itu berubah menjadi lautan api; kebencian menyebar lebih cepat daripada peluru, dan nyawa melayang setiap jamnya. Para pemimpin militer dan politik gagal menghentikan pertumpahan darah tersebut. Dalam keputusasaan itu, Ada orang yang sudah tua dan lemah, mengumumkan: "Aku akan berpuasa hingga mati, kecuali jika akal sehat kembali ke Calcutta." Puasa sebagai "Operasi Hati" Ia tidak sed...

Berpantang

Image
Di sebuah beranda kayu yang teduh, Bimo duduk bersandar, menatap kakeknya yang sedang asyik memahat kayu dengan gerakan yang begitu stabil dan tenang. Tidak ada gurat terburu-buru, tidak ada keluhan meski peluh menetes. "Kek," pancing Bimo, "Dunia di luar sana berisik sekali. Semua orang ingin cepat, semua orang ingin memiliki segalanya sekarang juga. Tapi Kakek... kenapa hidup Kakek bisa se-tenang ini?" sambil makan kue mangkuk favoritnya.. Kakek menghentikan pahatnya, tersenyum kecil. "Rahasianya bukan pada apa yang Kakek miliki, Mo. Tapi pada apa yang Kakek 'lepaskan'. Kakek belajar dari seorang pemuda hebat bernama Daniel . Di istana Babel yang penuh kemewahan, ia justru memilih berpantang makanan raja. Ia menahan diri bukan karena ia lemah, tapi karena ia tahu siapa tuannya." Namun, sebelum menjelaskan pada inti pertanyaanmu, praktek ini sudah  ada sejak ribuan tahun lalu. Mari kita intip sejarahnya: Mesir Kuno (Sekitar 3000 SM):  Di tepian ...

Kedalaman di Balik Angka Empat Puluh: Sebuah Perjalanan Menuju Otentisitas Diri

Image
“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. - Matius 6:1 Dalam psikologi, kita mengenal istilah liminal space yaitu   sebuah ruang transisi di mana kita tidak lagi berada di masa lalu, namun belum sampai di masa depan. Di dalam Alkitab , ruang ini sering kali dipersonifikasikan melalui angka 40 . Angka ini bukan sekadar durasi kronologis, melainkan sebuah simbol kematangan, proses pembersihan, dan ujian integritas diri. Mengapa harus 40 hari? Jika kita menilik sejarah, Nuh melewati air bah selama 40 hari, bangsa Israel mengembara 40 tahun, dan Yesus berpuasa 40 hari di padang gurun. Secara psikologis, masa-masa ini adalah periode dekonstruksi perjumpaan pribadi. Untuk membangun sesuatu yang baru, ego manusia sering kali harus "diruntuhkan" terlebih dahulu melalui kesunyian dan keterbatasan. Di padang gurun, tidak ada tepuk tangan, tidak ada status sosial...

Memulihkan Tahun-Tahun yang Hilang: Perspektif Psikologi Pertobatan

Image
  “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang...” – Yoel 2:25 Rabu Abu menandai awal perjalanan batin kita mengenai sebuah undangan untuk mengakui dengan jujur bahwa kita ini debu dan akan kembali kepada debu. Lebih dari itu, ini juga tentang berani menghadapi "tahun-tahun yang hilang" yakni semua waktu yang terenggut oleh luka batin , penyesalan, depresi, kecanduan, atau pola-pola destruktif yang seperti belalang, melahap habis sukacita, energi, dan relasi-relasi yang kita miliki. Dalam psikologi, kita memahami bahwa waktu yang hilang tidak pernah benar-benar kosong namun ia meninggalkan luka emosional yang mengendap, rasa malu yang kronis, dan narasi diri yang hancur, yang terus berbisik "aku gagal selamanya." Namun justru di sinilah pertobatan sejati , seperti yang digambarkan dalam kitab Yoel, menjadi sangat mirip dengan proses terapeutik yang paling dalam: ia mengundang kita untuk mengakui luka, meratapi kehilangan, dan ...

Kisah Keluarga Prasetyo: Janji yang Tak Pernah Putus

Image
Dalam perjalanan mendalami 45 karakter talenta TalentDNA, kita akan mulai dengan talenta pertama: Accountable . Talenta ini merupakan bagian dari domain Action , yang mendefinisikan bagaimana seseorang memproses informasi dan mengeksekusinya menjadi tindakan nyata . Di sebuah kompleks perumahan yang asri, hiduplah keluarga Pak Prasetyo. Pak Prasetyo dikenal oleh istri dan anak-anaknya sebagai sosok "Bapak Janji Pasti". Dalam kacamata TalentDNA, Pak Prasetyo memiliki talenta Accountable yang sangat kuat di jajaran 10 besar talenta miliknya. 1. Sisi Spot Light: Sang Pilar Kepercayaan Suatu Sabtu pagi, Pak Prasetyo berjanji kepada putri kecilnya, Tika, untuk memperbaiki rumah bonekanya yang rusak sekaligus menemaninya menyelesaikan prakarya sekolah sore nanti. Namun, mendadak ada pipa bocor di dapur yang harus segera diperbaiki. Di sinilah sisi Spot Light Pak Prasetyo bersinar. Baginya, komitmen adalah harga mati . Meskipun lelah dan waktunya tersita oleh urusan pipa, Pak Pras...

Tahun yang Menggali: Sebuah Renungan dalam Sunyi dan Arti

Image
2025 tidak datang dengan terang yang terang benderang. Ia datang seperti malam yang panjang (dalam dan menggigit), tetapi justru di dalamnya bintang-bintang terlihat paling jelas. Ini adalah tahun di mana saya belajar bahwa tidak semua hal harus diungkit ke permukaan. Beberapa kebenaran hanya bisa dipahami dalam diam. Dan beberapa pemulihan hanya terjadi ketika kita berani menyelam ke dasar luka, lalu memutuskan untuk naik kembali bukan sebagai pemenang, tetapi sebagai manusia yang lebih utuh. ya, utuh kembali. Empat November kemaren, jantung saya dioperasi. Bukan hanya pembuluh darah yang dibenahi, tetapi seluruh cara saya melihat hidup. Di ruang pemulihan yang hening, segala sesuatu menjadi jernih: kita tidak menguasai hidup, kita hanya dititipi. Dan dalam keheningan itulah saya merasa paling dekat dengan yang Ilahi,tidak dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran.   Adalah kepasrahan yang ada sehingga menjadikan segalanya baik. Bagaimana tidak, setelah covid , Kasih-Nya terus me...

Aku Tidak OK, Tapi Tuhan Masih di Sini

Image
“Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau.” — Yesaya 41:10 Malam ini, hanya beberapa jam sebelum aku kembali berhadapan dengan meja operasi. (yang keempat kalinya). Aku menulis ini artinya sudah yang keempat sebagai surat dari hati, untuk diriku sendiri dan mungkin juga untuk siapa pun yang sedang berjalan di jalan yang sama yakni jalan yang tidak mudah, tapi penuh rahmat yang tersembunyi. Dan malam ini, walau katanya operasi bypass jantung memiliki 100% keberhasilan, tetap aku mengaku: aku tidak OK . Ada rasa takut, tentu saja. Rasanya aneh bagaimana tubuh bisa tampak tenang, tapi pikiran bekerja seperti ombak. Aku sudah pernah melaluinya sebelumnya dimana ruangan dingin, aroma antiseptik, lampu terang menyala hingga suara dokter sendiri, tapi kali ini terasa berbeda. Dulu aku pikir keberanian adalah tidak takut sama sekali. Sekarang aku tahu, keberanian adalah tetap berjalan meski tak...