Tak Perlu Pura-Pura Kuat: Sebuah Catatan Konseling Pra Nikah di Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus
Sebagai bagian dari komisi keluarga di bidang yang berfokus pada keluarga katolik , saya sering mendampingi pasangan yang sedang bersiap memasuki kehidupan pernikahan. Dalam sesi konseling, tidak jarang saya menemukan calon pengantin yang datang dengan perasaan campur aduk antara kebahagiaan dan kecemasan akan masa depan. Mereka sering bertanya,"Apakah kami sanggup menghadapi semua beban hidup berumah tangga nanti?" Pernikahan memang bukan sekedar pesta meriah, tetapi sebuah perjalanan iman yang penuh suka dan duka. Ada banyak beban yang mungkin akan dihadapi: masalah keuangan, perbedaan karakter, konflik dengan keluarga besar, hingga tantangan membesarkan anak. Namun, sebagai seorang yang mendampingi calon pasutri, saya ingin mengajak mereka untuk memandang semua beban ini dari perspektif iman yang lebih dalam terutama melalui peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke surga . Yesus Naik, Bukan untuk Meninggalkan, Melainkan untuk Mendekap. Dalam sebuah artikel renungan yang saya ba...