KUDUS : Dipanggil Menjadi Berbeda, Dipanggil Menjadi Milik-Nya
Sebuah Cerita: Cermin di Ruangan yang Terang Suatu petang, seorang nenek tua bernama Suster Maria datang ke biara setelah bertahun-tahun melayani di kampung-kampung terpencil. Tubuhnya telah renta, tangannya penuh guratan kerja keras, dan rambutnya memutih oleh waktu. Ketika ia memasuki kapel kecil itu untuk pertama kalinya, ia berhenti di ambang pintu. Di altar tergantung salib besar yang berkilau oleh lilin-lilin yang menyala. Cahaya itu menerangi seluruh ruangan. Dan di situlah ia melihat dirinya sendiri bukan dalam cermin dari kaca dan logam, melainkan dalam cahaya Kekudusan Allah yang memenuhi kapel itu. Tiba-tiba ia menangis. Bukan karena sedih, tetapi karena dalam cahaya itu, ia melihat betapa banyak debu yang masih menempel di jiwanya. Betapa banyak yang belum selesai. Betapa besar jarak antara dirinya dan Sang Terang yang ia layani sepanjang hidup. Salah seorang suster muda yang menemaninya bertanya, "Apa yang Suster lihat?" "Aku melihat Allah," jawabnya pe...