Ketika Kemarahan Menjadi Racun
Musuh-Musuh Hati Musuh Hati yang Kedua: Anger Seorang pria bercerita bahwa ia sudah tidak bicara dengan kakaknya selama tiga tahun. Bukan karena tidak ada kesempatan. Bukan karena jauh. Mereka bahkan tinggal di kota yang sama. "Dia tidak pernah minta maaf," katanya. "Dan sampai dia minta maaf, aku tidak akan duluan." Tiga tahun. Ia menunggu. Sementara itu, hidupnya yakni hubungannya dengan keluarga, ketenangannya, bahkan kesehatannya perlahan terkikis. Yang menghukum ternyata bukan kakaknya. Ia menghukum dirinya sendiri. Di bagian pertama seri ini, kita bicara tentang rasa bersalah dan kata kuncinya: "Aku berhutang padamu." Hari ini kita masuk ke musuh hati yang kedua, yang sama berbahayanya namun bekerja dari arah yang berlawanan. Musuh yang kedua adalah kemarahan dan kata kuncinya adalah kebalikannya: "Kamu berhutang padaku." Mengapa Kita Marah? Andy Stanley dalam Enemies of the Heart menjelaskan bahwa kemarahan lahir ketika kita tidak menda...