Posts

Kisah Keluarga Prasetyo: Janji yang Tak Pernah Putus

Image
Dalam perjalanan mendalami 45 karakter talenta TalentDNA, kita akan mulai dengan talenta pertama: Accountable . Talenta ini merupakan bagian dari domain Action , yang mendefinisikan bagaimana seseorang memproses informasi dan mengeksekusinya menjadi tindakan nyata . Di sebuah kompleks perumahan yang asri, hiduplah keluarga Pak Prasetyo. Pak Prasetyo dikenal oleh istri dan anak-anaknya sebagai sosok "Bapak Janji Pasti". Dalam kacamata TalentDNA, Pak Prasetyo memiliki talenta Accountable yang sangat kuat di jajaran 10 besar talenta miliknya. 1. Sisi Spot Light: Sang Pilar Kepercayaan Suatu Sabtu pagi, Pak Prasetyo berjanji kepada putri kecilnya, Tika, untuk memperbaiki rumah bonekanya yang rusak sekaligus menemaninya menyelesaikan prakarya sekolah sore nanti. Namun, mendadak ada pipa bocor di dapur yang harus segera diperbaiki. Di sinilah sisi Spot Light Pak Prasetyo bersinar. Baginya, komitmen adalah harga mati . Meskipun lelah dan waktunya tersita oleh urusan pipa, Pak Pras...

Tahun yang Menggali: Sebuah Renungan dalam Sunyi dan Arti

Image
2025 tidak datang dengan terang yang terang benderang. Ia datang seperti malam yang panjang (dalam dan menggigit), tetapi justru di dalamnya bintang-bintang terlihat paling jelas. Ini adalah tahun di mana saya belajar bahwa tidak semua hal harus diungkit ke permukaan. Beberapa kebenaran hanya bisa dipahami dalam diam. Dan beberapa pemulihan hanya terjadi ketika kita berani menyelam ke dasar luka, lalu memutuskan untuk naik kembali bukan sebagai pemenang, tetapi sebagai manusia yang lebih utuh. ya, utuh kembali. Empat November kemaren, jantung saya dioperasi. Bukan hanya pembuluh darah yang dibenahi, tetapi seluruh cara saya melihat hidup. Di ruang pemulihan yang hening, segala sesuatu menjadi jernih: kita tidak menguasai hidup, kita hanya dititipi. Dan dalam keheningan itulah saya merasa paling dekat dengan yang Ilahi,tidak dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran.   Adalah kepasrahan yang ada sehingga menjadikan segalanya baik. Bagaimana tidak, setelah covid , Kasih-Nya terus me...

Aku Tidak OK, Tapi Tuhan Masih di Sini

Image
“Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau.” — Yesaya 41:10 Malam ini, hanya beberapa jam sebelum aku kembali berhadapan dengan meja operasi. (yang keempat kalinya). Aku menulis ini artinya sudah yang keempat sebagai surat dari hati, untuk diriku sendiri dan mungkin juga untuk siapa pun yang sedang berjalan di jalan yang sama yakni jalan yang tidak mudah, tapi penuh rahmat yang tersembunyi. Dan malam ini, walau katanya operasi bypass jantung memiliki 100% keberhasilan, tetap aku mengaku: aku tidak OK . Ada rasa takut, tentu saja. Rasanya aneh bagaimana tubuh bisa tampak tenang, tapi pikiran bekerja seperti ombak. Aku sudah pernah melaluinya sebelumnya dimana ruangan dingin, aroma antiseptik, lampu terang menyala hingga suara dokter sendiri, tapi kali ini terasa berbeda. Dulu aku pikir keberanian adalah tidak takut sama sekali. Sekarang aku tahu, keberanian adalah tetap berjalan meski tak...

Bertemu dengan Diri yang Hilang

Image
Duduk di sudut kamar yang sama untuk kesekian kalinya, menatap ponsel yang tak kunjung berdering dari rumah sakit. Operasi bypass jantung yang seharusnya terjadi minggu lalu, lalu kemarin, kini tertunda lagi. "Ruangan operasi diprioritaskan untuk pasien lebih gawat," kata suster dengan suara lembut yang justru terasa seperti pukulan. Di usia 47 tahun, aku merasa seperti pesawat yang terus-menerus diminta mengudara di atas bandara, sementara bahan bakar hampir habis. Setelah membaca kitab Mazmur 103 dalam kesendirian ini, bayangan itu datang lagi. Seorang bocah berkaos polo putih dengan handband hitam dipergelangan tangannya, menghampiriku duduk bersila di kursi sebelahku, dengan bola basket favoritnya tergeletak di pangkuan. Dialah aku yang berusia sepuluh tahun, yang dulu menghabiskan sore dengan mengejar bola di lapangan tanah, percaya bahwa tubuhnya adalah mesin yang tak akan pernah lelah. Kepada Bocah Itu, dengan Bola Basketnya "Apa yang akan kukatakan padamu, jik...

Kisah Seorang yang Khawatir

Image
Barangkali kita berpikir bahwa kekhawatiran itu bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Dibandingkan dosa-dosa lain, kekhawatiran terasa remeh dan wajar. Bukankah kita hidup di dunia yang memberi kita banyak alasan untuk khawatir? Bukanlah hal sepele, sebab kekhawatiran membuat kita mengambil bagian Allah dan kekhawatiran membuat kita sibuk, tetapi tanpa damai sejahtera seperti kursi goyang , kita terus bergerak tapi tidak kemana-mana. Dan inilah yang terjadi padaku sesaat ketika dokter mengatakan jadwal operasi diundur beberapa hari, langsung badanku terasa lemas, detak jantung makin cepat dan menyesakan dada, mulai kembali diri mengais oksigen.  Ada rasa getir yang menempel di dinding hati ini, seperti luka yang tak kunjung kering. Aku pernah berharap banyak, mencintai banyak, gagal berkali-kali, dan sekarang aku hanya duduk di sini, menatap hari-hari yang bagiku semakin menipis. Kadang aku berpikir… mungkin lebih baik jika semuanya berhenti saja di sini, di ruang putih itu nant...

Antara Dua Detak: Saat Hidup Diuji, Iman Dihidupkan

Image
(Refleksi menjelang operasi bypass jantung , 27 Oktober, tiga hari setelah ulang tahun) “Sekalipun tubuhku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”  Mazmur 73:26 Ada momen ketika hidup berhenti sejenak, bukan karena dunia berhenti berputar, tetapi karena kita dipaksa untuk menatap lebih dalam: siapa diri kita, untuk apa kita hidup, dan kepada siapa kita akan kembali. Aku menulis refleksi ini menjelang tanggal 27 Oktober , hari di mana aku akan menjalani operasi bypass jantung . Sebuah tanggal yang menandai perjalanan panjang, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara rohani. Uniknya, tiga hari sebelumnya, 24 Oktober adalah hari ulang tahunku. Jika biasanya ulang tahun dirayakan dengan tawa dan lilin, tahun ini lilinnya terasa seperti nyala doa : sederhana, sunyi, namun sarat makna. Dua tahun sudah sejak Papa berpulang karena gagal jantung . Saat itu aku berdiri di samping ranjangnya, Papa menatapku lama, tanpa banyak kata, seolah in...

Formula Rahasia Membangun Tim yang Tangguh: Bangun 4 Pilar "HERO" Ini

Image
Di dunia yang serba tak pasti ini, PsyCap adalah tameng terbaik. Kita tidak bisa mengontrol ombak, tapi kita bisa mengajarkan mereka untuk menjadi lebih tangguh dalam mengarunginya. Saat ini, ada janjianku dengan sebut saja Budi. Sambil aku mengetik di laptopku, suara musik gamelan menguasai area cafe jawa ini. Jarang sekali ada nuansa seperti ini di Makassar . Saat aku menyapu wajahku, kuliat dia mendekati meja dengan wajah lelah namun tersenyumnya. Budi! Wah, akhirnya ketemu juga. Sudah pesan kopi? Tanyaku dengan hangat. Budi pun duduk dengan menhela napas panjang,"Sudah, jangan khawatir. Maaf telat, tadi meeting sama tim marketing lagi... chaos. Langsung aja ya, gue butuh insight lo. "Oi, santai dulu. Kelihatannya berat nih yang lagi lo hadapi. Ada apa dengan tim marketing-mu?" tanyaku dengan muka serius. Budipun menggeleng kepalanya,"Mereka kayak kehilangan api. Dulu tim ini solid, penuh ide gila, target sebesar apapun berani mereka gasak. Sekarang? Rasanya sep...