KERENDAHAN HATI: Kembali ke tanah, kembali kediri yang sesungguhnya
"Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah." - Lukas 1:52 Ketika Abu Diletakkan di Atas Kepala Setiap tahun, pada hari Rabu Abu , ribuan umat Katolik di seluruh dunia datang ke gereja untuk menerima sebuah tanda yang sangat tidak biasa yaitu abu yang dioleskan di dahi, disertai kata-kata yang terasa seperti hantaman yang lembut: "Ingatlah, kamu adalah debu dan kamu akan kembali menjadi debu." Tidak ada agama lain yang memulai musim liturginya dengan pengingat akan kematian. Tidak ada pembukaan perayaan yang dimulai dengan mengakui kerapuhan. Tapi itulah cara Gereja kita memasuki Masa Prapaskah dengan segenggam abu di atas kepala, dan sebuah kebenaran yang tidak nyaman di dalam hati. Dan dari gestur sederhana itulah seluruh tema kerendahan hati dimulai. Kata humility atau kerendahan hati berasal dari bahasa Latin humus , yang berarti tanah . Dari akar kata yang sama lahirlah kata human (manusia) karena Allah men...