Posts

KUDUS : Dipanggil Menjadi Berbeda, Dipanggil Menjadi Milik-Nya

Image
Sebuah Cerita: Cermin di Ruangan yang Terang Suatu petang, seorang nenek tua bernama Suster Maria datang ke biara setelah bertahun-tahun melayani di kampung-kampung terpencil. Tubuhnya telah renta, tangannya penuh guratan kerja keras, dan rambutnya memutih oleh waktu. Ketika ia memasuki kapel kecil itu untuk pertama kalinya, ia berhenti di ambang pintu. Di altar tergantung salib besar yang berkilau oleh lilin-lilin yang menyala. Cahaya itu menerangi seluruh ruangan. Dan di situlah ia melihat dirinya sendiri bukan dalam cermin dari kaca dan logam, melainkan dalam cahaya Kekudusan Allah yang memenuhi kapel itu. Tiba-tiba ia menangis. Bukan karena sedih, tetapi karena dalam cahaya itu, ia melihat betapa banyak debu yang masih menempel di jiwanya. Betapa banyak yang belum selesai. Betapa besar jarak antara dirinya dan Sang Terang yang ia layani sepanjang hidup. Salah seorang suster muda yang menemaninya bertanya, "Apa yang Suster lihat?" "Aku melihat Allah," jawabnya pe...

KERENDAHAN HATI: Kembali ke tanah, kembali kediri yang sesungguhnya

Image
"Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah." - Lukas 1:52 Ketika Abu Diletakkan di Atas Kepala Setiap tahun, pada hari Rabu Abu , ribuan umat Katolik di seluruh dunia datang ke gereja untuk menerima sebuah tanda yang sangat tidak biasa yaitu abu yang dioleskan di dahi, disertai kata-kata yang terasa seperti hantaman yang lembut: "Ingatlah, kamu adalah debu dan kamu akan kembali menjadi debu." Tidak ada agama lain yang memulai musim liturginya dengan pengingat akan kematian. Tidak ada pembukaan perayaan yang dimulai dengan mengakui kerapuhan. Tapi itulah cara Gereja kita memasuki Masa Prapaskah dengan segenggam abu di atas kepala, dan sebuah kebenaran yang tidak nyaman di dalam hati. Dan dari gestur sederhana itulah seluruh tema kerendahan hati dimulai. Kata humility  atau kerendahan hati berasal dari bahasa Latin humus , yang berarti tanah . Dari akar kata yang sama lahirlah kata human  (manusia) karena Allah men...

PENGUASAAN DIRI : Kekuatan yang Lahir dari Dalam

Image
"Sebab, Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan penguasaan diri ." - 2 Timotius 1:7 Seorang Romo dan Angin Laut Dikisahkan tentang seorang biarawan pertapa yang tinggal di sebuah gua kecil di tepi pantai. Setiap hari, para nelayan dan pedagang yang lewat melihat betapa tenangnya hidupnya tidak terguncang oleh badai, tidak terbawa arus, tidak panik ketika perahu-perahu di sekitarnya oleng diterpa ombak. Suatu hari seorang pemuda mendatanginya dan bertanya: "Romo, apa rahasia ketenanganmu? Apakah kamu tidak pernah takut? Apakah kamu tidak pernah marah? Apakah kamu tidak pernah merasa dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu yang salah?" Biarawan itu tersenyum dan menjawab: "Anakku, aku merasakan semua itu. Badai di dalam diriku kadang jauh lebih keras dari badai di lautan ini. Tapi aku belajar satu hal: angin tidak bisa dihentikan akan tapi layar bisa diarahkan.  Yang menentukan ke mana perahumu be...

KARUNIA: Setiap Orang Dikaruniai, Tidak Ada yang Dikecualikan

Image
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." - 1 Petrus 4:10 Paroki yang Hidup dari Ketidaksempurnaan Dikisahkan tentang sebuah paroki kecil di pinggiran kota yang baru saja mendapat pastor kepala baru. Pastor muda itu tiba tepat di saat yang tidak ideal yaitu tentang istrinya ah, bukan, ia seorang imam dan ia tiba tepat di saat dua orang staf paroki mengundurkan diri karena pindah kota, dan satu orang lagi sedang dirawat di rumah sakit. Jadilah pastor muda itu satu-satunya yang mengurus segalanya: Misa harian, kunjungan orang sakit, persiapan katekese, koordinasi kelompok koor, hingga urusan administrasi gedung. Umat yang melihat kesibukannya tergerak dengan sendirinya. Tidak ada surat edaran. Tidak ada pengumuman resmi. Mereka hanya mulai datang dan mulai mengerjakan apa yang mereka bisa. Seorang guru pensiun mulai mengajar katekese anak-anak. Seorang pengacara muda merap...

DAGING: Medan Perang yang Menjadi Bait Allah

Image
"Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging." - Galatia 5:17 Sebuah Pegulat yang Tidak Pernah Berhenti Bertanding Ada seorang biarawan tua di sebuah biara pegunungan yang setiap pagi bangun pukul empat untuk ibadat Laudes (ibadat pagi). Suatu hari, seorang novis muda bertanya kepadanya: "Romo, sudah berapa puluh tahun Romo menjalani hidup ini. Apakah pada akhirnya tubuh menjadi lebih mudah diajak taat?" Biarawan itu tersenyum, lalu menjawab pelan: "Anakku, tubuh ini seperti seekor kuda yang kuat. Selama puluhan tahun aku sudah belajar bagaimana menungganginya. Ia tidak lagi bisa menjatuhkan aku tetapi ia belum pernah berhenti mencoba." Sang novis diam sejenak. "Lalu apa yang membuat Romo terus bertahan?" Biarawan itu menjawab: "Bukan kekuatanku sendiri. Melainkan karena aku tahu bahwa kuda ini dengan segala kekuatannya yang belum pernah berhenti mencoba diciptakan oleh Allah ya...

BERPESTA: Perjamuan dan Pesta yang Tidak Pernah Berakhir

Image
"Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi , yaitu kemurnian dan kebenaran." -1 Korintus 5:8 Sepiring Nasi di Meja yang Panjang Ada sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang imam tua kepada para fraternya di Jawa. Suatu ketika, seorang pria bermimpi tentang surga dan neraka . Dalam mimpi itu, ia pertama-tama dibawa ke sebuah ruangan besar yang penuh sesak dengan orang-orang yang tampak tersiksa. Di tengah ruangan itu terdapat meja panjang yang dipenuhi dengan makanan yang berlimpah-limpah ada nasi, kerupuk, lauk-pauk, kue-kue, dan buah-buahan yang menggoda selera. Tapi semua orang di sana kelaparan dan menderita. Mengapa? Karena sendok yang mereka pegang terlalu panjang, lebih panjang dari lengan mereka sendiri, sehingga tidak ada satu pun yang bisa memasukkan makanan ke mulut mereka sendiri. Kemudian ia dibawa ke ruangan kedua. Susunannya persis sama: meja panjang, maka...