Come and See : Sebuah Refleksi atas Serial The Chosen
Bayangkan sebuah serial televisi yang awalnya tidak dilirik oleh satu pun studio besar Hollywood. Didanai oleh para penonton biasa melalui penggalangan dana daring, disutradarai oleh seorang pembuat film evangelis, diperankan oleh aktor-aktor yang sebagian besar belum dikenal luas dan kini telah ditonton oleh lebih dari 280 juta orang di seluruh dunia. Sepertiga dari mereka bukan orang beragama. Itulah The Chosen . Dan fenomenanya jauh melampaui sekadar urusan hiburan. Sebuah Serial yang Tidak Bisa Berhenti Ditonton Romo Agustinus Handoko MSC , pastor komunitas Katolik Indonesia di Sydney, pernah menulis dengan jujur tentang pengalamannya pertama kali menonton The Chosen : "Saya seperti terhipnotis ketika menonton film ini, tidak mau berhenti menonton dan kepingin terus melanjutkan ke seri berikutnya. Iman saya betul-betul diteguhkan. Belum pernah saya mengalami pengalaman seperti ini, termasuk ketika saya menonton film The Passion pun saya tidak seheboh ketika menonton The Chose...