Tahun yang Menggali: Sebuah Renungan dalam Sunyi dan Arti
2025 tidak datang dengan terang yang terang benderang. Ia datang seperti malam yang panjang (dalam dan menggigit), tetapi justru di dalamnya bintang-bintang terlihat paling jelas. Ini adalah tahun di mana saya belajar bahwa tidak semua hal harus diungkit ke permukaan. Beberapa kebenaran hanya bisa dipahami dalam diam. Dan beberapa pemulihan hanya terjadi ketika kita berani menyelam ke dasar luka, lalu memutuskan untuk naik kembali bukan sebagai pemenang, tetapi sebagai manusia yang lebih utuh. ya, utuh kembali. Empat November kemaren, jantung saya dioperasi. Bukan hanya pembuluh darah yang dibenahi, tetapi seluruh cara saya melihat hidup. Di ruang pemulihan yang hening, segala sesuatu menjadi jernih: kita tidak menguasai hidup, kita hanya dititipi. Dan dalam keheningan itulah saya merasa paling dekat dengan yang Ilahi,tidak dengan kata-kata, tetapi dengan kehadiran. Adalah kepasrahan yang ada sehingga menjadikan segalanya baik. Bagaimana tidak, setelah covid , Kasih-Nya terus me...