Posts

Showing posts from October, 2025

Bertemu dengan Diri yang Hilang

Image
Duduk di sudut kamar yang sama untuk kesekian kalinya, menatap ponsel yang tak kunjung berdering dari rumah sakit. Operasi bypass jantung yang seharusnya terjadi minggu lalu, lalu kemarin, kini tertunda lagi. "Ruangan operasi diprioritaskan untuk pasien lebih gawat," kata suster dengan suara lembut yang justru terasa seperti pukulan. Di usia 47 tahun, aku merasa seperti pesawat yang terus-menerus diminta mengudara di atas bandara, sementara bahan bakar hampir habis. Setelah membaca kitab Mazmur 103 dalam kesendirian ini, bayangan itu datang lagi. Seorang bocah berkaos polo putih dengan handband hitam dipergelangan tangannya, menghampiriku duduk bersila di kursi sebelahku, dengan bola basket favoritnya tergeletak di pangkuan. Dialah aku yang berusia sepuluh tahun, yang dulu menghabiskan sore dengan mengejar bola di lapangan tanah, percaya bahwa tubuhnya adalah mesin yang tak akan pernah lelah. Kepada Bocah Itu, dengan Bola Basketnya "Apa yang akan kukatakan padamu, jik...

Kisah Seorang yang Khawatir

Image
Barangkali kita berpikir bahwa kekhawatiran itu bukan hal yang perlu dibesar-besarkan. Dibandingkan dosa-dosa lain, kekhawatiran terasa remeh dan wajar. Bukankah kita hidup di dunia yang memberi kita banyak alasan untuk khawatir? Bukanlah hal sepele, sebab kekhawatiran membuat kita mengambil bagian Allah dan kekhawatiran membuat kita sibuk, tetapi tanpa damai sejahtera seperti kursi goyang , kita terus bergerak tapi tidak kemana-mana. Dan inilah yang terjadi padaku sesaat ketika dokter mengatakan jadwal operasi diundur beberapa hari, langsung badanku terasa lemas, detak jantung makin cepat dan menyesakan dada, mulai kembali diri mengais oksigen.  Ada rasa getir yang menempel di dinding hati ini, seperti luka yang tak kunjung kering. Aku pernah berharap banyak, mencintai banyak, gagal berkali-kali, dan sekarang aku hanya duduk di sini, menatap hari-hari yang bagiku semakin menipis. Kadang aku berpikir… mungkin lebih baik jika semuanya berhenti saja di sini, di ruang putih itu nant...

Antara Dua Detak: Saat Hidup Diuji, Iman Dihidupkan

Image
(Refleksi menjelang operasi bypass jantung , 27 Oktober, tiga hari setelah ulang tahun) “Sekalipun tubuhku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.”  Mazmur 73:26 Ada momen ketika hidup berhenti sejenak, bukan karena dunia berhenti berputar, tetapi karena kita dipaksa untuk menatap lebih dalam: siapa diri kita, untuk apa kita hidup, dan kepada siapa kita akan kembali. Aku menulis refleksi ini menjelang tanggal 27 Oktober , hari di mana aku akan menjalani operasi bypass jantung . Sebuah tanggal yang menandai perjalanan panjang, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara rohani. Uniknya, tiga hari sebelumnya, 24 Oktober adalah hari ulang tahunku. Jika biasanya ulang tahun dirayakan dengan tawa dan lilin, tahun ini lilinnya terasa seperti nyala doa : sederhana, sunyi, namun sarat makna. Dua tahun sudah sejak Papa berpulang karena gagal jantung . Saat itu aku berdiri di samping ranjangnya, Papa menatapku lama, tanpa banyak kata, seolah in...

Formula Rahasia Membangun Tim yang Tangguh: Bangun 4 Pilar "HERO" Ini

Image
Di dunia yang serba tak pasti ini, PsyCap adalah tameng terbaik. Kita tidak bisa mengontrol ombak, tapi kita bisa mengajarkan mereka untuk menjadi lebih tangguh dalam mengarunginya. Saat ini, ada janjianku dengan sebut saja Budi. Sambil aku mengetik di laptopku, suara musik gamelan menguasai area cafe jawa ini. Jarang sekali ada nuansa seperti ini di Makassar . Saat aku menyapu wajahku, kuliat dia mendekati meja dengan wajah lelah namun tersenyumnya. Budi! Wah, akhirnya ketemu juga. Sudah pesan kopi? Tanyaku dengan hangat. Budi pun duduk dengan menhela napas panjang,"Sudah, jangan khawatir. Maaf telat, tadi meeting sama tim marketing lagi... chaos. Langsung aja ya, gue butuh insight lo. "Oi, santai dulu. Kelihatannya berat nih yang lagi lo hadapi. Ada apa dengan tim marketing-mu?" tanyaku dengan muka serius. Budipun menggeleng kepalanya,"Mereka kayak kehilangan api. Dulu tim ini solid, penuh ide gila, target sebesar apapun berani mereka gasak. Sekarang? Rasanya sep...

Timku Penuh Bintang, Tapi Kok Cepat Bubar?

Image
Aku menyodorkan dua cangkir kopi ke meja. katakanlah namanya Andre, sahabatku yang baru enam bulan naik jabatan menjadi Leader  di sebuah perusahaan asuransi besar, terlihat lesu. Di hadapannya, tergeletak kertas hasil assessment tim barunya dari laporan TalentDNA yang penuh dengan grafik dan istilah seperti Goal Getter , Decisive , dan Articulative . "Gimana, Dre? Katanya timmu isinya 'bintang' semua? Lihat nih, agen-agenmu skor Convincing (Mampu Meyakinkan) dan Vigorous (Energi Tinggi) mereka rata-rata di Top 5. Harusnya penjualanmu sudah tembus langit," ujarku sambil menunjuk ke laporannya. Andre menggaruk kepalanya. "Justru itu masalahnya. On paper , mereka memang luar biasa. Mereka jago closing , selalu on fire . Tapi setelah enam bulan, aku mulai lihat retaknya. Ada yang resign karena dibenci teman-teman satu tim, ada yang pakai cara kotor buat merebut klien dan tim lain (proxy). Intinya, suasananya jadi panas dan tidak sehat ." "Nah," ...