Bukan Salah TalentDNA-ku: Belajar Mengemudi di Jalan yang Salah

Cuaca panas, keluhku dalam hati... namun tidak bisa kutambahin karena saat ini diseberangku duduk sahabat,  sedari tadi belum selesai mengeluarkan panas hatinya didepanku. Dia adalah seorang yang baru saja bergabung menjadi tenaga pemasar asuransi jiwa, sebuah langkah berani untuk melepas jabatan lamanya yang belum stabil.

"Jadi intinya, Bro, kamu merasa semua lancar waktu approaching, kamu bahkan dikagumi karena ide-ide gilamu itu. Tapi setelah tiga bulan di tempat baru ini, kenapa rasanya seperti berjuang di lumpur?" tanyaku sambil menyeruput kopi.

Dia menghela napas. "Iya, exactly! Awalnya aku pede banget. Aku kan memang tipe yang Visionary (melihat jauh ke depan) dan Innovative (penuh ide). Tapi di sini, itu justru jadi masalah. Aku dibilang terlalu cepat berubah, kurang sabar sama detail, dan yang paling parah, katanya aku kurang team player." 

"Lalu kamu mikir, 'Ada apa dengan diriku? Padahal aku merasa sudah menjadi diriku yang sebenarnya,'" aku memotongnya, mencoba merangkum kegelisahannya.

Melongo lalu mengangguk. "Itu dia! Aku selalu berpikir, orang-orang harus menerima kepribadianku apa adanya. Aku kan memang begini!"

"Nah, di situ poinnya, bro. Kita perlu membedakan dua hal besar yang sering tertukar: Kepribadian (Personality) dan Karakter (Character). Dan inilah mengapa tools seperti TalentDNA itu sangat berharga."

1. Kepribadian (Personality) adalah Cetak Biru Bawaan Psikologis 

Kepribadian adalah sekumpulan trait (sifat), pola pikir, emosi, dan perilaku yang relatif stabil yang membentuk "gaya" khas seseorang. Dalam bahasa paling sederhana, Kepribadian (Personality) itu seperti hardware atau mesin bawaan yang kita terima sejak lahir, ditambah sedikit polesan dari pengalaman awal hidup. 
Ini adalah cetak biru psikologis kita.

Kepribadian adalah pola alami kita dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Apakah kamu cepat marah atau sabar? Apakah kamu senang di keramaian (Sociable) atau lebih suka menyendiri (Contemplative)? Ini semua adalah kepribadian. Sifat ini netral. Seseorang yang ekstrovert tidak secara otomatis lebih baik dari introvert. Itu hanya gaya operasinya.

Di sinilah TalentDNA masuk. Laporan itu bukan tentang apa yang baik atau buruk, melainkan tentang keunikan alami kamu. Talenta mu misalnya, Talenta Visionary dan Innovative  (keduanya kuat di kategori Action/Drive) adalah mesin penggerak hebat. Itu adalah kepribadianmu.

Betul! jawabnya sambil telunjuknya mengarahkan ke mulutku. dia tersenyum bangga dengan kepribadiannya. Namun....yang kedua ini juga ngga kalah penting. Berhenti sejenak sambil melihat penasaran atau tidak darinya. Seruput dulu kopi rasa malt double ekspreso ku ini. 

2. Karakter (Character) adalah Kompas Moral yang Dibangun

Jika Kepribadian adalah "apa adanya", maka Karakter adalah "seharusnya". Karakter adalah kumpulan kualitas moral dan etika yang membentuk integritas seseorang.  
Tentu sifatnya Dibentuk dan Bermuatan Moral. Maksudnya adalah akumulasi dari semua pilihan moral dan etika yang kita buat sepanjang hidup. Ini tentang nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab (Accountable), dan ketekunan.

Bisa disebut juga Inti Sejati Diri. Karakter adalah siapa kamu ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Karakter yang baik adalah tentang disiplin untuk memilih hal yang benar, bahkan ketika itu bertentangan dengan kepribadian alami mu.

Karakter pun bisa berubah. Ini adalah kabar baiknya. Berbeda dengan kepribadian yang sulit diubah secara fundamental, karakter bisa dikembangkan. Kita bisa melatih diri untuk menjadi lebih bertanggung jawab atau lebih adil.


Kunci Jembatan: Mengelola Talenta dengan Karakter

Kesalahan umum, seperti yang dialami dirimu bro, adalah ketika kamu membiarkan Kepribadian (Talent) kita berjalan liar tanpa kendali Karakter (Moral). Ngerti ngga? 

Kutulis keterkaitan TalentDNA dan Karakter agar lebih jelas.

Talenta (Kepribadian)Blind Spot (Jika Karakter Lemah)Karakter (Pilihan Moral)
Decisive (A)Menjadi terlalu terburu-buru dan mengabaikan masukan orang lain.Menggunakan Decisive untuk membuat keputusan adil setelah mendengarkan data Logical (Karakter Kuat).
Generous (N)Memberi bantuan hanya untuk mendapatkan pujian, bukan ketulusan.Menggunakan Generous untuk mendukung tim secara tulus, tanpa mengharapkan balasan (Karakter Kuat).
Perfectionist (D)Menjadi kaku, sulit mendelegasikan, dan menunda pekerjaan karena takut gagal.Menggunakan Perfectionist untuk menetapkan standar, namun tetap Flexible dan mempercayai rekan kerja (Karakter Kuat).
Dalam kasus sahabatku, talenta Visionary-nya (mesin) membuatnya selalu melihat ide baru, yang berpotensi menjadi blind spot tidak sabar dan kurang detail. Di sinilah ia butuh Karakter yang kuat yaitu, disiplin untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan memberi ruang bagi talenta Structured atau Collaborator timnya untuk bekerja.

"Jadi, Bro," aku menyimpulkan, "TalentDNA memberitahumu, 'Kamu adalah Visionary,' yang merupakan kekuatan alamimu. Tapi Karaktermu harus bilang, 'Aku akan menggunakan Visionary ini untuk melayani tim, bukan untuk mendominasi, dan aku akan bersabar.' Kamu harus menjadi pilot yang baik untuk mesin yang kamu miliki."

Dia akhirnya tersenyum kecil. "Aku mengerti. Jadi, aku tidak perlu mengubah siapa aku, tapi aku perlu mengendalikan bagaimana aku menggunakan keunikan itu. Intinya, bukan tentang menjadi orang yang berbeda, tapi tentang mengendalikan diri yang sekarang."

"Tepat sekali. Kepribadian adalah anugerah, Karakter adalah pilihanmu." tutupku. "Sekarang, mari kita lihat lagi laporan TalentDNA-mu. Kita cari tahu, talenta mana yang perlu kamu 'gas penuh' dan mana yang perlu kamu 'rem' dengan disiplin karakter." .... bersambung...

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu TalentDNA? Panduan Lengkap untuk Mengenal Potensi Anda

Antara Dua Detak: Saat Hidup Diuji, Iman Dihidupkan

Perfect Match & TalentDNA: Rahasia Menemukan Pasangan Serasi Lewat Talenta Unik