Bukan Salah TalentDNA-ku: Belajar Mengemudi di Jalan yang Salah
Cuaca panas, keluhku dalam hati... namun tidak bisa kutambahin karena saat ini diseberangku duduk sahabat, sedari tadi belum selesai mengeluarkan panas hatinya didepanku. Dia adalah seorang yang baru saja bergabung menjadi tenaga pemasar asuransi jiwa , sebuah langkah berani untuk melepas jabatan lamanya yang belum stabil. "Jadi intinya, Bro, kamu merasa semua lancar waktu approaching, kamu bahkan dikagumi karena ide-ide gilamu itu. Tapi setelah tiga bulan di tempat baru ini, kenapa rasanya seperti berjuang di lumpur?" tanyaku sambil menyeruput kopi. Dia menghela napas. "Iya, exactly! Awalnya aku pede banget. Aku kan memang tipe yang Visionary (melihat jauh ke depan) dan Innovative (penuh ide). Tapi di sini, itu justru jadi masalah. Aku dibilang terlalu cepat berubah, kurang sabar sama detail, dan yang paling parah, katanya aku kurang team player." "Lalu kamu mikir, 'Ada apa dengan diriku? Padahal aku merasa sudah menjadi diriku yang sebenarnya,'...