Posts

Bukan Salah TalentDNA-ku: Belajar Mengemudi di Jalan yang Salah

Image
Cuaca panas, keluhku dalam hati... namun tidak bisa kutambahin karena saat ini diseberangku duduk sahabat,  sedari tadi belum selesai mengeluarkan panas hatinya didepanku. Dia adalah seorang yang baru saja bergabung menjadi tenaga pemasar asuransi jiwa , sebuah langkah berani untuk melepas jabatan lamanya yang belum stabil. "Jadi intinya, Bro, kamu merasa semua lancar waktu approaching, kamu bahkan dikagumi karena ide-ide gilamu itu. Tapi setelah tiga bulan di tempat baru ini, kenapa rasanya seperti berjuang di lumpur?" tanyaku sambil menyeruput kopi. Dia menghela napas. "Iya, exactly! Awalnya aku pede banget. Aku kan memang tipe yang Visionary (melihat jauh ke depan) dan Innovative (penuh ide). Tapi di sini, itu justru jadi masalah. Aku dibilang terlalu cepat berubah, kurang sabar sama detail, dan yang paling parah, katanya aku kurang team player."  "Lalu kamu mikir, 'Ada apa dengan diriku? Padahal aku merasa sudah menjadi diriku yang sebenarnya,'...

30 Mental health tune-up: Dari Stres ke Santuy!

Image
Sore setelah servis motor, sepanjang jalan bayangin kalau motor atau mobil butuh servis rutin biar nggak mogok di jalan. Mental kita juga gitu! Nggak usah nunggu burnout atau stres berat , dari beberapa pengalamanku bersama klien atau sahabat, ku sharing kan hal-hal kecil ini tiap hari agar bikin hidup lebih enteng dan berwarna. Oiya karena kamu udah baca, ada tune-up gratis buat kamu diakhir tulisan ini, kalau bermanfaat bisa share artikel ini ke sohib kamu yang lagi butuh tune-up juga. Yang Bisa Dilakukan Dalam 5 Menit (Super Kilat!) 1. Ambil Napas Dalem 3x - Tutup mata, tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, buang pelan-pelan 8 detik. Ulangi 3x. 2. Minum Air Putih - Dehidrasi bikin otak lemot dan mood jelek. 3. Lihat Keluar Jendela - Alihkan pandangan dari layar, lihat langit atau pohon selama 2 menit. 4. Dengarin 1 Lagu Favorit - Yang bikin semangat atau nostalgia. 5. Stretch 2 Menit - Regangkan badan yang kaku karena duduk lama. 6. Ucapin "Aku Gapapa" - Validasi perasaan ...

Uang Beli Segalanya, Kecuali Ini: Fakta Mengejutkan Soal Uang dan Kebahagiaan

Image
Dua temanku lagi berdebat tentang uang dan kebahagiaan disebuah cafe. “Uang bukan segalanya,” kata temanku. Tapi yang punya uang bisa beli segalanya, bantah temanku yang lain. Mana yang bener sih? Nyatanya, hubungan antara uang dan kebahagiaan itu kayak hubungan pacaran yang rumit tapi menarik buat dipelajari oleh siapapun.  Fakta #1: Uang Bisa Beli Kebahagiaan ... Tapi Cuma Sampai Titik Tertentu Penelitian bilang gini "iya, uang bikin bahagia, tapi cuma sampe batas tertentu aja." Bayangin gini; Kalau gaji kita cuma pas-pasan buat bayar kontrakan dan makan sehari-hari, tambahan uang bener-bener bakal bikin hidup lebih tenang dan bahagia. Tapi begitu kebutuhan dasar udah tercukupi dan kita udah nyaman secara finansial, tambahan uang nggak otomatis bikin kita lebih bahagia lagi. Ilmuwan nemuin angka ajaibnya: sekitar $75,000 per tahun (sekitar Rp 1,2 miliar) . Sampai angka ini, uang masih efektif bikin bahagia. Lebih dari itu? Hukum  diminishing return  berlaku ...

Bahas Apa Sih Cowok dan Cewek? Plus, Gimana Cara Makin Paham Satu Sama Lain

Image
Eh, kamu pernah denger anggapan jadul yang bilang cowok cuma ngomongin olahraga dan mobil, sementara cewek cuma ngomongin perasaan dan gosip? Jangan keburu percaya! Penelitian terbaru nunjukin bahwa dunia lagi berubah, dan topik obrolan cowok dan cewek sekarang makin mirip aja. Dulu vs. Sekarang: Perbatasan Topik Obrolan Sudah Nggak Jelas Lagi Memang dulu polanya kelihatan jelas: Cowok lebih sering bahas hal "publik" kayak olahraga, politik, atau kerjaan. Cewek  lebih sering ngobrolin hal "relasional" kayak hubungan, keluarga, atau kesehatan. Tapi sekarang? Batasnya udah blur banget . Kenapa? 1. Peran Gender Nggak Kaku Lagi:  Cowok sekarang lebih terbuka ngobrolin perasaan, sementara cewek makin peduli sama karir, investasi, dan hal-hal yang dulu dianggap "dunia cowok". 2. Semua Orang Terpapar Informasi Sama:  Media sosial bikin kita semua ngobrolin topik yang sama, dari isu sosial sampai tren terbaru. Tapi, Tetap Ada Sedikit Perbedaan "Gaya".  ...

Ketika Cinta Berubah Menjadi Obsesi: Kenapa Lagu Pop Terdengar "Codependent"?

Image
Pernah ngga kamu mendengar lagu cinta yang liriknya terasa sangat intens? Misalnya, lirik yang mengatakan, "Aku tidak bisa hidup tanpamu," atau, "Aku akan mencintaimu sampai mati, bahkan kamu yang membawa peti matiku." hehehe... Secara sekilas, kita menganggapnya sebagai romantisme mati-matian atau cinta sejati. Namun, jika dilihat dari kacamata psikologi, lagu-lagu semacam ini sering kali menggambarkan sesuatu yang lebih rumit seperti bakmie dalam mangkok yakni Ketergantungan Bersama (Codependency), Romantisisme Gelap (Dark Romanticism) dan Fusi Emosional. Membongkar Makna di Balik Lirik 'Mati-Matian' Kebetulan aku lagi dengerin di spotify sebuah lagu berjudul  Birds of a Feather   aku pun menjadi penasaran dengan video dan lirikannya itu karena walau udah setahun ini lagunya masih saja masuk 10 besar Top 50 Global spotify. Pertanyaannya adalah mengapa ini bisa diminati ya?  Kebanyakan lagu pop romantis berbicara tentang cinta yang bahagia atau perpisahan y...

Bukan Cuma Bangkit, Tapi Melompat Jauh: Memahami Dua Filosofi Ketahanan Diri

Image
Anak keduaku, akhirnya masuk dalam tim basket di SD nya. Ini adalah hadiah yang terindah untuk tahun ini. Jujur saja, walau bapaknya dulu masa remaja dan dewasa awalnya menghidupi filosofi,"basket is my way" namun untuk urusan minat bakat anak, baru yang kedua ini lebih memiliki bakat dan minat disitu daripada kakaknya. Turnamen bola basket dari kelompok U-12 sampai senior sekarang banyak sekali diselenggarakan, tentunya karena motivasi anak yang lagi tinggi-tingginya, aku mulai mengamati turnamen itu dengan kekaguman karena banyak hal baru kudapatkan. salah satunya adalah hidupnya permianan basket itu untuk kehidupan kita.  Hidup kita sering kali terasa seperti permainan basket. Terkadang berhasil mencetak poin, tapi tak jarang kita juga gagal, jatuh, atau bahkan cedera. Dalam menghadapi kegagalan dan kesulitan, ada dua cara pandang utama yang bisa kita adopsi: bouncing back dan bouncing forward . Keduanya adalah bentuk ketahanan diri, namun memiliki tujuan dan hasil akhir...